Jumat, 20 Juli 2018

Australia Mulai Menerapkan Electronic Health Record secara Nasional





Ketika melakukan rutinitas pagi dan scroll-scroll di Twitter, saya  cukup tergagum melihat inisiatif dari Australia untuk menggalakan Electronic Health Record secara nasional.

Seperti kita tahu, pengobatan terkadang dilakukan oleh masyarakat tak hanya di rumah sakit saja, tapi dapat berlanjut ke klinik, praktek dokter, puskesmas, atau sekedar swamedikasi di apotek.

Setiap tempat pelayanan kesehatan tersebut, memiliki rekam medis yang dapat menyimpan data riwayat pengobatan pasien yang datang berobat.

Rekam medis yang dahulu masih menggunakan kertas, kini sudah mulai berubah menjadi digital, dimana sering disebut dengan Electronic Health Record atau sering disingkat dengan istilah EHR.

EHR ini kemudian diterapkan di masing-masing pelayanan kesehatan, dan masing-masing pelayan kesehatan tersebut membuat EHR dengan format yang berbeda-beda.

Kini, Australia membuat inisiatif yang keren bernama My Health Record.

My Health Record dilansir dari myhealthrecord.gov.au , ringkasan dari informasi kesehatan penting pribadi yang tersedia secara online.

My Health Record ini memungkinkan warga Australia yang terdaftar di Medicare (asuransi nasional Australia), yang memilih untuk menggunakannya, mengakses berbagai informasi terkait kesehatan pribadi secara online lintas device.

Informasi pribadi yang dapat diakses meliputi kondisi kesehatan secara medis, pengobatan yang diterima, obat yang digunakan, alergi, serta hasil tes lab  kesehatan.

Tenaga kesehatan di Australia seperti dokter dan dokter spesialis juga dapat melihat informasi yang terkait dengan data kesehatan Anda, apabila mereka membutuhkannya terkait bila hal tersebut dibutuhkan untuk Anda, maupun Anda sedang mengalami kecelakaan.

Tenaga kesehatan seperti dokter umum, doktet spesialis, dan apoteker, juga dapat menambahkan informasi ke dalam My Health Record Anda seperti:

1. Shared Health Summary, yaitu ringkasan pemeriksaan Anda. Informasi ini penting tenaga kesehatan yang lainnya, dalam menentukan pengobatan kepada Anda

2. Ringkasan biaya rumah sakit

3. Hasil tes lab serta ringkasannya

4. Pengobatan yang telah diresepkan dokter kepada Anda

5. Surat keterangan dari dokter

Selain dapat mengontrol informasi Anda secara pribadi, terdapat sistem keamanan yang mumpuni yang melindungi data Anda dengan baik, baik dari segi teknologi dan regulasi.

Penasaran dengan My Health Record ini?

Silahkan cek sheet fact ini dan video yang terkait dengan inovasi yang di support pemerintah ini

Semoga Indonesia bisa segera menyusul ya :)
Unknown Web Developer

Yudha Eri Saputra is a pharmacist that have affinity to inspire health innovation through cross information sharing

Rabu, 18 Juli 2018

Event: Khon Kean Datathon 2018 Thailand


Agenda Khon Kaen Datathon 2018 Thailand

Are you curious about the upcoming digital health event? 

Especially, while exploring the beauty side of one of stunning view in ASEAN country? 

Then, Khon Kaen Datathon 2018 is the right one for you!

The first event that connecting healthcare professionals, entrepreneurs, and developers, will explore the opportunities and challenges on aging, which HealthTech for Aging is for their theme. 

Explore the challenges of Artificial Intelligence in healthcare, the reasons why data science is something need to be considered by clinicians and its example, and lesson learned from Thailand regarding to Data Privacy, Smart ICU, and many more.

Are you a enthusiast developer who love to code? Mini Datathon is here too!

So, don't miss your chance to show the world and those who urgently need your Midas touch to release their pain point with the valuable insights form expert in digital health field.

Locating in Khon Kaen, enjoy 3 days of beautiful view and humbleness of Thailand while improve your knowledge.

Don't miss the networking while little chit chat on the lunch break, especially for you, startup entrepreneur, who might looking for advisors and investors :) 

Plus, let me tell you why I'm so excited to post this on my blog:

it's free.

but the sales end at 31 August 2018.

So, what are you waiting for?

Save the date, save your saving, and fly to Thailand to taste the crowd of the opportunities and challenges!

Let's meet there, and let's see how can we make this world become better by leveling up the digital health.

See you at Khon Kaen!


Unknown Web Developer

Yudha Eri Saputra is a pharmacist that have affinity to inspire health innovation through cross information sharing

Senin, 11 Juni 2018

Blockchain yang Saling Berbicara



Apabila blockchain dapat diumpamakan sebagai "internetnya uang", maka blockchain harus saling bekerjasama.

Dilansir dari MIT Technology Review yang ditulis oleh Mike Orcutt pada 24 Mei 2018 yang lalu, blockhain diprediksi dapat membuka pintu baru menuju sistem finansial global yang bekerja layaknya internet.

Perumpamaan ini diambil dari cara kerja blockchain, dimana daripada terlihat seperti paket-paket informasi yang saling bergerak, teknologi ini lebih mirip dengan uang yang terus bergerak.

Menurut Mike, problem yang ada pada teknologi blockchain saat ini adalah, blockchain tersebut tidak saling berbicara satu sama lain.

Blockchain terus menggandakan diri mereka, namun menuju arah yang tidak dapat diukur tingkat peningkatanya, layaknya sebuah organisme kehidupan (itu lho, rantai makanan yang pernah diajarkan ketika masa SMP).

Menurut salah satu ilmuwan MIT, Thomas Hardjono, skema ini mirip dengan internet ketika di awal-awal pada tahun 1960-1970.
Pada tahun-tahun tersebut, dibutuhkan banyak pendekatan teknis untuk membangun jaringan-jaringan komputer.

Menurut Thomas, kuncinya adalah bagaimana membuat individu yang tersistem tersebut dapat bekerja secara bersama.

Pada tahun 1970-an dan 1980-an, penelitian hasil kolaborasi antara akademisi dan pihak militer Amerika Serikat, menghasilkan infrastruktur yang memungkinkan jaringan secara individu untuk saling membagikan sumber daya mereka, terutama ketika terjadi serangan pada jaringan tersebut.

Dengan kata lain, contoh diatas tidak lain dan tidak bukan, adalah implementasi yang saat ini dikenal dengan istilah transmission control protocol and the internet protocol (TCP-IP).

Saya jadi ingat ketika guru saya pernah mengatakan bahwa teknologi blockchain ini implementasi nantinya tak hanya akan mengubah dunia finansial, tapi juga merubah protokol internet itu sendiri yang selama bertahun-tahun ini tidak pernah diperbarui.

Nah, kalau menurut Anda, sejauh mana blockchain akan mengubah dunia internet kita?

Jangan lupa beri saran terbaikmu di kolom komentar ya!

Unknown Web Developer

Yudha Eri Saputra is a pharmacist that have affinity to inspire health innovation through cross information sharing