Apabila blockchain dapat diumpamakan sebagai "internetnya uang", maka blockchain harus saling bekerjasama.
Dilansir dari MIT Technology Review yang ditulis oleh Mike Orcutt pada 24 Mei 2018 yang lalu, blockhain diprediksi dapat membuka pintu baru menuju sistem finansial global yang bekerja layaknya internet.
Perumpamaan ini diambil dari cara kerja blockchain, dimana daripada terlihat seperti paket-paket informasi yang saling bergerak, teknologi ini lebih mirip dengan uang yang terus bergerak.
Menurut Mike, problem yang ada pada teknologi blockchain saat ini adalah, blockchain tersebut tidak saling berbicara satu sama lain.
Blockchain terus menggandakan diri mereka, namun menuju arah yang tidak dapat diukur tingkat peningkatanya, layaknya sebuah organisme kehidupan (itu lho, rantai makanan yang pernah diajarkan ketika masa SMP).
Menurut salah satu ilmuwan MIT, Thomas Hardjono, skema ini mirip dengan internet ketika di awal-awal pada tahun 1960-1970.
Pada tahun-tahun tersebut, dibutuhkan banyak pendekatan teknis untuk membangun jaringan-jaringan komputer.
Menurut Thomas, kuncinya adalah bagaimana membuat individu yang tersistem tersebut dapat bekerja secara bersama.
Pada tahun 1970-an dan 1980-an, penelitian hasil kolaborasi antara akademisi dan pihak militer Amerika Serikat, menghasilkan infrastruktur yang memungkinkan jaringan secara individu untuk saling membagikan sumber daya mereka, terutama ketika terjadi serangan pada jaringan tersebut.
Dengan kata lain, contoh diatas tidak lain dan tidak bukan, adalah implementasi yang saat ini dikenal dengan istilah transmission control protocol and the internet protocol (TCP-IP).
Saya jadi ingat ketika guru saya pernah mengatakan bahwa teknologi blockchain ini implementasi nantinya tak hanya akan mengubah dunia finansial, tapi juga merubah protokol internet itu sendiri yang selama bertahun-tahun ini tidak pernah diperbarui.
Nah, kalau menurut Anda, sejauh mana blockchain akan mengubah dunia internet kita?
Jangan lupa beri saran terbaikmu di kolom komentar ya!
