Senin, 26 Agustus 2013

Ga Ada Kata Terlambat


Blog.
Hmm.
Aku dah pernah denger sama yang satu ini sekitar tujuh tahun yang lalu, maybe?
Yups! Blog!
Sarana dan prasarana buat sharing segala macem info entah itu info nyata atau info yang dinyata-nyatakan. Sebut saja cure to the cool. Curecool (Baca: Curcol).
Ga semunya sih bisa di sharing disini. Contoh kayak pasangan, mau di share disini? Klo pahala mah gapapa. Lah klo belahan hati.., bisa repot tuh.
Mungkin ga semua orang suka sama dunia tulis menulis. Padahal sebenernya, klo soal tulis menulis itu, kita otomatis udah ngelakuin itu di dalam pikiran dan hati kita.
Pernah ga sih kamu sehari aja ga memikirkan sesuatu ataupun mengucapkan sesuatu dari dalam hati?
Amazing banget klo kamu bisa ngelakuin itu. Dan. kamu. layak. dapat. hadiah. satu. piring.   terbang.

Apalagi di zaman sekarang.
Sosial media dimana-mana. Sekalipun kamu orang yang antisocmed, kamu ga mungkin kan klo ga berinteraksi sama orang lain?
Semenjak kita dilahirin pun, kita dah berinteraksi dengan orang.
Ketika kita bayi, kita pasti menangis untuk menandakan kita bisa berinteraksi dengan orang lain.
Kecuali klo kamu begitu lahir langsung tertawa lepas terbahak-bahak. Yang ada yang nolongin ngelahirin kamu malah bakal bengong.

Berbagi dan berinteraksi.
Dua hal yang sebenernya sadar ga sadar bakal ada dalam hidup kita sekecil apapun, setaksadar apapun kita.
Those things always inside us.
Tapi terkadang, kita terlalu memiliki banyak alasan untuk tidak mengakuinya.
That's trully what a shame.
Se-introvert apapun kita, kita bakal tetep butuh orang selain diri kita sendiri.
Hal itu ga mungkin dipungkirin.
Simpelnya aja klo kamu mau makan.
Makanan beli. Belinya pake duit. Duit yang nyetak bukan kita. Makanan (misalnya nasi telor), nasi sama telor. Nasi dari padi. Padi bukan kita yang nanem. Bukan kita yang metikin. Klo telor, bukan kita yang nelor. Bukan kita pula yang ngeremin. (Bukannya itu ayam ya?)
We always need them.

Saat kita mengatakan kita ga butuh bantuan orang lain pun, sadar ga sadar kita tetep butuh bantuin orang lain. Kayak pake pakaian. Kain walau kita yang ngejahit sendiri, tapi mesin jahitnya yang buat bukan kita. Kainnya itu sendiri bukan kita yang buat.
Coba deh pikir lagi. Hal apa lagi sih yang bisa kita pungkiri klo kita butuh orang lain?

Tanpa sadar pula, banyak orang yang telah membantu kita dalam memenuhi kebutuhan kita sehari-hari. Ada banyak banget hal yang bisa membuat kita sadar akan hal itu. Kayak sikat gigi. Coba klo sikat gigi ga pernah ditemukan, gimana kita mau gosok gigi? Mau pake sapu? Nah, klo sapu juga ga pernah ditemuin, mau pake apa? Sikat gigi? *Tepok jidat

Hal-hal itu hanya sebagian kecil dari semua yang membuktikan kepada kita bahwa berbagi dan berinteraksi itu adalah mutlak dimiliki dan dibutuhkan oleh seluruh umat manusia. palagi kata "saling". Saling berbagi, saling berinteraksi, saling tolong menolong, saling bantu, saling indah (silang indah mungkin ya), dan saling-saling yang lain yang belum bisa aku salingkan disini.
Saling itu punya makna yang kuat banget buat bikin kita menyadari akan kebutuhan kita untuk berbagi dan berinteraksi.
Dan salah satu cara untuk merealisasikan makna saling adalah dengan ngeblog!

Apa yang ada dipikiran kita, apa yang sedang terjadi dengan kita, bahkan apa yang kita impiin semalem sekalipun (asal yang ga absurd aja sih) bisa kita share ke orang lain.
Ada banyak kemungkinan sih.
1. Ga ada yang baca (tulisan kamu semacam invisible gitu)
2. Di comment pedes (padahal cabe naik terus yah)
3. Ada yang baca tapi ga comment (se-enggaknya dia tahu) *emang Kahitna
4. Ga baca tapi comment (orang ini punya kekuatan buat baca blog yang blum di publish) *Indigo gaul
5. Ada yang baca, ada yang comment, dan bikin yang baca ter-inspire sama tulisan kamu
6. Tambahin aja sendiri deh :)

Life is all about choice!
All risk is all yours!
Jadi semua itu pilihan dan banyak kemungkinan disitu.
Dan kalaupun kamu memutuskan untuk memulai ngeblog, ga ada yang namanya kata terlambat.

Why?
Padahal ada lagu yang liriknya It's too late to apologize (mode Penyanyi WC: ON)
Tapi itu lagu sob, bukan kehidupan real kita.
Dan lirik lagu juga salah satu sarana untuk mengekspresikan feeling kita saat itu.
Mungkin dia lagi ngalamin hal itu dan belum sempet move on, atau belum memikirkan cara lain untuk meminta maaf.
There's always be a way out.
Keep that in mind.

One thing for sure is, there's no such a thing as too late.
Satu-satunya keadaan dimana kita terlambat adalah ketika kita udah ga punya waktu untuk hidup di dunia ini. *lebay ya
But that's the truth!
Think about it..
Kapan lagi kita bisa ngelakuin sesuatu yang berdampak (yang baik pastinya) buat orang lain klo kita ga di alam ini.
Klo udah di alam sana mah beda lagi urusannya.

Takut salah?
Malu memulai?
Ga ada niatan?
Wajar.
Semuanya pasti mengalami fase yang sama.
Cuman klo dipikir-pikir lagi, lebih sia-sia lho apa yang ada di dalam kehidupan kita, kita anggurin gitu aja.
Padahal selain kamu bisa mengasah pola pikir kamu dengan menulis, kamu juga bisa menginspirasi banyak orang dengan tulisan kamu. Kalo dibaca. Kalo mengisnpirasi. (Harus posthink donk jangan negthink) *sambil natap cermin
Dan hal yang kita dapet juga adalah, we've tried.
Meskipun ntar gimana jadinya, at least but not last, we've tried to start something!
Itu bener-bener lebih baik daripada kita ga melakukan apapun.
Once the wiseman said:
"The biggest mistake in our lifetime is we never made a mistake."
Why?
Dari yang namanya "salah" itu, kita jadi bisa belajar. Kalo mau belajar. Kalo salahnya ga fatal. Kalo bisa dimaafin. Kalo salahnya ga kebangetan. Kalo. Kalo. Kalo. (Buset dah, pesimis amat loe) *sambil natap kaca pintu supermarket

Karena itu bro, sis, jeng, nduk, cuy, bray, pak, bu, mas, mbak, yu', boy, mbah, lek, kang, man, jo, dab, jon, ndes, cuk  dan sejenisnya, ga ada kata terlambat buat kita untuk memulai sesuatu.
Apalagi mulai untuk ngeblog!
So, let's start blogging!
:D
Unknown Web Developer

Yudha Eri Saputra is a pharmacist that have affinity to inspire health innovation through cross information sharing

2 komentar: