source1
Hai! Sudah beberapa bulan blog ini tidak tersapa. Walaupun masih dalam perbaikan, saya akan mencoba menampilkan topik yang mungkin belum
booming di kalangan masyarakat.
Perlukah tenaga kesehatan mempelajari ilmu komputer?
Seperti yang kita tahu teman-teman, perkembangan teknologi kesehatan digital saat ini bukan lagi sekedar trend, namun sudah berubah menjadi sebuah kebutuhan. Hal paling simpel dan sering kita lakukan (saya sebetulnya sih yang sering, hehe) adalah mencari informasi kesehatan melalu Google.
Ada berbagai inovasi yang diciptakan dengan menggabungkan ilmu kesehatan dan ilmu komputer. Situs-situs penyedia layanan informasi seputar kesehatan yang bersumber dari dokter-dokter yang mumpuni di bidangnya (
HaloDoc,
Alodokter), wisata kesehatan yang dimana kita bisa sekaligus mencari klinik-klinik terdekat di sekitar kita (
DocDoc), pembelian obat resep melalui website (
ApotikAntar), bahkan
berbagai aplikasi kesehatan sebagai penunjang terapi yang salah satunya dengan cara bermain untuk menaikkan level seperti di
Warcraft (
Fitocracy), telah membanjiri era ini. Hampir sebagian pemrakarsanya berasal dari
background IT maupun bisnis. Namun, ada beberapa platform digital yang juga didirikan oleh tenaga kesehatan seperti
GHDOnline, sebuah forum yang didirikan oleh seorang dokter untuk membahas segala hal yang berhubungan dengan kesehatan global,
Tuple Health, sebuah penyedia layanan analisis finansial yang khusus ditujukan untuk
population health yang juga didirikan oleh seorang dokter umum, serta
MedicalFuturis, sebuah blog yang membahas perkembangan dunia kesehatan digital beserta inovasinya yang didirikan oleh seorang dokter bergelar bergelar
Ph.D di bidang genomic yang juga seorang
geek.
Lalu, apakah mereka semua adalah orang-orang yang belajar ilmu komputer? Jawabannya adalah iya. Teknologi serta perkembangan zaman lah yang membuat inovator-inovator ini mempelajari ilmu diluar dari
backdground mereka. Hal ini dilakukan karena tantangan yang terkait dengan masalah kesehatan yang jumlahnya semakin meningkat dan semakin bervariasi. Salah satunya seperti angka kematian ibu dan anak. Banyak hal yang telah dilakukan untuk menekan
angka ini, namun, ternyata masih saja ada kesenjangan antara data dengan
realita. Untuk menangani kasus yang serupa di Bangladesh, India, dan Afrika Selatan, sebuah inovasi untuk menekan angka-angka ini dilakukan dengan cara membuat
mobile platfrom yang mampu mencegah peningkatan angka kematian ibu dan anak dengan memberikan edukasi akan perihal yang terkait dengan ilmu serta tips dalam menghadapi masa kehamilan serta kelahiran.
MAMA.
Tapi, bukankah belajar lagi di ilmu yang bukan sesuai dengan bidang kita itu sangat merepotkan? Terlebih lagi, bukannya sebaiknya kita fokus untuk meneruskan pendidikan yang sesuai dengan
background kita? Memang betul. Dan tentunya, mengambil pendidikan dengan
major yang berbeda dari sebelumnya, akan menjadi hal yang patut dipertanyakan. Trend ini memang belum terlalu menjadi priotirtas di negara-negara berkembang, tapi sesungguhnya, sudah banyak orang yang melakukan terobosan ini untuk menyelesaikan masalah-masalah yang terkait dengan pekerjaan mereka, termasuk dari
Indonesia.
Jadi..kesimpulannya, apakah perlu tenaga kesehatan mempelajari ilmu komputer? Kalau menurut hemat saya, untuk salah satu revolusi di bidang kesehatan, itu perlu.
Menurut teman-teman?
source2
In English:
Hi! How long has it been since I say
“Hi” to this blog? I know it’s still under maintenance, but, I will try to up
raise a topic that may not yet booming in society.
Is it necessary for healthcare
practitioner to learn computer science?
As we know friends, the development
of digital health technology is not a trend anymore, but transformed into a
necessity. The simplest thing that we usually do (actually.. I did that, hhe)
is searching health information through Google.
There is plenty of innovation that
created with combining health and computer science. There are several website that
provide health information, directly sourced from specialized physicians (
HaloDoc,
Alodokter),
a health travel where we can find the nearest clinics (
DocDoc), taking medicine that listed
in our prescription through website (
ApotikAntar),
and
several
health apps for therapy supporter, where one of them claimed like achieving
level in Warcraft (
Fitocracy), that already flooded this age. Almost all of
the founders comes from IT nor business background. But, there also several
digital platform that founded by healthcare practitioner like
GHDOnline, an online forum
discussion that founded by physician to discuss all-topic that related to
global health,
Tuple
Health, a financial analysis service that specifically served for
population health, that also founded by physician, and
MedicalFuturis, a
blog that covers topic about the development of world in digital health and its
innovation, that founded by a physician who hold a Ph.D in genomic, and a geek.
So, are they, all of them, learning
about computer science? The answer is yes. Technology and this fast moving age,
has already made this innovators learn “something” different than their previous
background. They have done this because the challenges that related to health problem
keep increasing its number and variation. One of them is the maternal and child
mortality. There’s a lot of action that has been done to press off
this number , but it seems, there’s still gap between data
and
reality . To handle the similar case in Bangladesh, India,
and South Africa, an innovation to push out these numbers, has been done by
developing a mobile platform that can prevent the increased number, by
educating and giving tips to society about child, maternal, and newborn information.
MAMA.
But, isn’t it so troublesome to
learn different major from our background? Moreover, why we should not focus on
our previous major? Indeed. And of course, taking different degree from
previous undergraduate, something that easily questionable. This trend may not been
prioritized yet in developing country, but actually, there’s a lot of people
who already pursue this challenge to solve problems that related to their responsibility,
include from
Indonesia.
To conclude, is it necessary for
health practitioner to learn computer science? In my opinion, for one of
revolution in healthcare, yes, it is necessary.