Jumat, 20 Mei 2016

Competition | Kompetisi: Investing in the Shift Value-Based Care 2016 | Berinvestasi dalam Pergantian Pelayanan yang Berbasis Nilai 2016



Hai teman!

Kali ini saya bakal posting sebuah kesempatan yang  cukup menguntungkan buat kamu yang suka mengikuti lomba-lomba yang terkait dengan inovasi, terutama, di bidang pelayanan kesehatan.
Sebuah organisasi pentransformasi inovasi kesehatan, StartUp Health, bekerja sama dengan anak perusahaan  General Electricity, GE Ventures, menggelar sebuah kompetisi yang bertemakan Investing in Value-Based Care. Dalam kompetisi ini, mereka memfokuskan para entrepreneur dan inovator untuk mampu memecahkan masalah manajemen pelayanan kronik, alur kerja klinis, serta solusi akan problem finansial dan operasional. Damn keren!

Peserta-peserta yang terpilih, nantinya akan di undang untuk berpartisipasi dalam StartUp Health Academy, sebuah program seumur hidup untuk pemantauan pertumbuhan inovasi di setiap tahap dalam bentuk pendampingan, komunitas, akses, dan promosi kepada setiap Healthcare Transformer milik organisasi ini inovatif ini. 

Sebagai tambahan, peserta yang ada di dalam akademi ini nantinya akan mendapatkan investasi dari GE Ventures dan StartUp Health sebesar $50000 USD, serta akses kepada ahli-ahli, owner-owner bisnis, dan customer-customer milik GE Ventures.

Wuedyaan. Kurang apa lagi coba. Sogh atuh monggo di cek linknya dibawah ini ya teman!


StartUp Health with GE Ventures: It's Show Time!


In  English:




Hey friend!

This time I will post an worthful opportunity for you who love to join competition that related innovation, especially, in healthcare.

A health transformer organization, StartUp Health, with General Electricity Ventures, just release their competition event: Investing in the Value-Based Care. In this competition, they focusing entrepreneurs and innovators to solve cases like chronic care management, clinical workflow, and, financial and operational problem. That's way too cool!

Selected participants, will invited to participate in StartUp Health Academy, a life-time program that enabling your innovation to be monitored its growth in every step, in form of coaching, community, access, and promotion to every Healthcare Transformer of this innovative organization.

In addition, lucky participant in this academy will be rewarded an investment from GE Ventures and StartUp Health as worth as $50000, plus access to experts, business leaders, and customers of GE Ventures.

Craazyyy. It's way too worth! What are you waiting for? Go innovate and change the world!


Unknown Web Developer

Yudha Eri Saputra is a pharmacist that have affinity to inspire health innovation through cross information sharing

Rabu, 11 Mei 2016

Event | Acara : Technology & Innovation DIGITAL HEALTHCARE 2016, Dubai


Hai teman-teman! Ada kabar gembira (bukan buah maggis tapi ya) !

Ada sebuah event di Dubai nih, buat kamu yang tertarik sama perkembangan teknologi dan inovasi di bidang kesehatan digital.


DIGITAL HEALTHCARE 2016



source1

Secara garis besar, acara ini akan membahas trend inovasi di bidang teknologi kesehatan yang sedang berkembang di dunia, terutama di Negeri Gedung Tertinggi ini. Hal-hal yang akan dibahas meliputi inovasi dalam pelayanan kesehatan, seperti:
- Smartphone, apps, dan wearables untuk meningkatkan pelayanan kesehatan,
- Big Data yang akan menguak pola-pola, masalah-masalah, dan kesempatan-kesempatan positif dalam pelyanan kesehatan,
- Komputasi berbasis cloud yang akan membuka kunci akan berharganya masukan-masukan yang bersemayam dalam data pelayanan kesehatan,
-  Memitigasi resiko keamanan,
- Kekuatan komputasi dan efisiensi energi yang akan menjadi dorongan yang sangat kuat untuk inovasi pelayanan kesehatan,
- Printerisasi 3D yang akan menerjang bagai ombak baru yang dari pertumbuhan dan pemikiran strategik dari pelayanan kesehatan,
- Telemedicine akan mengekspansi pelayanan kesehatan ke rumah kita dan bahkan lebih,
- Kesehatan global akan meningkat seiring dengan perkembangan teknologi di negara-negara berkembang,
- Teknologi yang akan membantu dalam memtuskan keputusan klinis,
- Inovasi akan membuka tabir kesempatan-kesempatan yang menguntungkan untuk bisnis yang bernaung dibawah pengantaran pelayanan kesehatan,
- dan masih banyak hal keren lainnya

Silahkan di klik linknya diatas untuk info lebih lanjut. Semoga bermanfaat :)

In English:

Hi friends! There's happy news for you (but its not a mangosteen product) !

There's an event in Dubai if you have falling inlove with the development of innovation and technology in digital health.  

DIGITAL HEALTHCARE 2016


 

source2

In a big picture, this event will discuss the lastest development and trend of technology and innovation in the world, specifically in this Highest Tower holder country. The discussion will covers topics of innovations in healthcare such as:
·         Smartphones, apps, and wearables are empowering patients, doctors, and caregivers
·         Big Data will uncover patterns, problems, and opportunities in healthcare
·         Cloud computing will unlock the valuable insights that lives in healthcare data
·         Mitigating security risks
·         Computing power and energy efficiency will be the driving force behind digital healthcare innovation
·         3D Printing will spur a new wave of growth and strategic thinking in healthcare
·         Telemedicine will expand healthcare into our homes and beyond
·         Global health will improve with the expansion of technology to developing countries
·         Technology will help us understand the clinical decision making
·         Innovation will unlock business opportunities under healthcare delivery

For more information, please click the link above. Hope worth :)


Unknown Web Developer

Yudha Eri Saputra is a pharmacist that have affinity to inspire health innovation through cross information sharing

Is it Necessary for Health Practitioner Learn Computer Science? | Perlukah Tenaga Kesehatan Belajar Ilmu Komputer?





source1

Hai! Sudah beberapa bulan blog ini tidak tersapa. Walaupun masih dalam perbaikan, saya akan mencoba menampilkan topik yang mungkin belum booming di kalangan masyarakat.

Perlukah tenaga kesehatan mempelajari ilmu komputer?

Seperti yang kita tahu teman-teman, perkembangan teknologi kesehatan digital saat ini bukan lagi sekedar trend, namun sudah berubah menjadi sebuah kebutuhan. Hal paling simpel dan sering kita lakukan (saya sebetulnya sih yang sering, hehe) adalah mencari informasi kesehatan melalu Google.

Ada berbagai inovasi yang diciptakan dengan menggabungkan ilmu kesehatan dan ilmu komputer. Situs-situs penyedia layanan informasi seputar kesehatan yang bersumber dari dokter-dokter yang mumpuni di bidangnya (HaloDoc, Alodokter), wisata kesehatan yang dimana kita bisa sekaligus mencari klinik-klinik terdekat di sekitar kita (DocDoc), pembelian obat resep melalui website (ApotikAntar), bahkan berbagai aplikasi kesehatan sebagai penunjang terapi yang salah satunya dengan cara bermain untuk menaikkan level seperti di Warcraft (Fitocracy), telah membanjiri era ini. Hampir sebagian pemrakarsanya berasal dari background IT maupun bisnis. Namun, ada beberapa platform digital yang juga didirikan oleh tenaga kesehatan seperti GHDOnline, sebuah forum yang didirikan oleh seorang dokter untuk membahas segala hal yang berhubungan dengan kesehatan global, Tuple Health, sebuah penyedia layanan analisis finansial yang khusus ditujukan untuk population health yang juga didirikan oleh seorang dokter umum, serta MedicalFuturis, sebuah blog yang membahas perkembangan dunia kesehatan digital beserta inovasinya yang didirikan oleh seorang dokter bergelar bergelar Ph.D di bidang genomic yang juga seorang geek.

Lalu, apakah mereka semua adalah orang-orang yang belajar ilmu komputer? Jawabannya adalah iya. Teknologi serta perkembangan zaman lah yang membuat inovator-inovator ini mempelajari ilmu diluar dari backdground mereka. Hal ini dilakukan karena tantangan yang terkait dengan masalah kesehatan yang jumlahnya semakin meningkat dan semakin bervariasi. Salah satunya seperti angka kematian ibu dan anak. Banyak hal yang telah dilakukan untuk menekan angka ini, namun, ternyata masih saja ada kesenjangan antara data dengan realita. Untuk menangani kasus yang serupa di Bangladesh, India, dan Afrika Selatan, sebuah inovasi untuk menekan angka-angka ini dilakukan dengan cara membuat mobile platfrom yang mampu mencegah peningkatan angka kematian ibu dan anak dengan memberikan edukasi akan perihal yang terkait dengan ilmu serta tips dalam menghadapi masa kehamilan serta kelahiran. MAMA.

Tapi, bukankah belajar lagi di ilmu yang bukan sesuai dengan bidang kita itu sangat merepotkan? Terlebih lagi, bukannya sebaiknya kita fokus untuk meneruskan pendidikan yang sesuai dengan background  kita? Memang betul. Dan tentunya, mengambil pendidikan dengan major yang berbeda dari sebelumnya, akan menjadi hal yang patut dipertanyakan. Trend ini memang belum terlalu menjadi priotirtas di negara-negara berkembang, tapi sesungguhnya, sudah banyak orang yang melakukan terobosan ini untuk menyelesaikan masalah-masalah yang terkait dengan pekerjaan mereka, termasuk dari Indonesia.

Jadi..kesimpulannya, apakah perlu tenaga kesehatan mempelajari ilmu komputer? Kalau menurut hemat saya, untuk salah satu revolusi di bidang kesehatan, itu perlu.

Menurut teman-teman?

source2


In English:



Hi! How long has it been since I say “Hi” to this blog? I know it’s still under maintenance, but, I will try to up raise a topic that may not yet booming in society.

Is it necessary for healthcare practitioner to learn computer science?

As we know friends, the development of digital health technology is not a trend anymore, but transformed into a necessity. The simplest thing that we usually do (actually.. I did that, hhe) is searching health information through Google. 

There is plenty of innovation that created with combining health and computer science. There are several website that provide health information, directly sourced from specialized physicians (HaloDoc, Alodokter), a health travel where we can find the nearest clinics (DocDoc), taking medicine that listed in our prescription through website (ApotikAntar), and several health apps for therapy supporter, where one of them claimed like achieving level in Warcraft (Fitocracy), that already flooded this age. Almost all of the founders comes from IT nor business background. But, there also several digital platform that founded by healthcare practitioner like GHDOnline, an online forum discussion that founded by physician to discuss all-topic that related to global health, Tuple Health, a financial analysis service that specifically served for population health, that also founded by physician, and MedicalFuturis, a blog that covers topic about the development of world in digital health and its innovation, that founded by a physician who hold a Ph.D in genomic, and a geek.

So, are they, all of them, learning about computer science? The answer is yes. Technology and this fast moving age, has already made this innovators learn “something” different than their previous background. They have done this because the challenges that related to health problem keep increasing its number and variation. One of them is the maternal and child mortality. There’s a lot of action that has been done to press off this number , but it seems, there’s still gap between data and reality . To handle the similar case in Bangladesh, India, and South Africa, an innovation to push out these numbers, has been done by developing a mobile platform that can prevent the increased number, by educating and giving tips to society about child, maternal, and newborn information. MAMA.

But, isn’t it so troublesome to learn different major from our background? Moreover, why we should not focus on our previous major? Indeed. And of course, taking different degree from previous undergraduate, something that easily questionable. This trend may not been prioritized yet in developing country, but actually, there’s a lot of people who already pursue this challenge to solve problems that related to their responsibility, include from Indonesia.

To conclude, is it necessary for health practitioner to learn computer science? In my opinion, for one of revolution in healthcare, yes, it is necessary.

What about you, friends?

Hasil gambar untuk health computer sciencesource3
Unknown Web Developer

Yudha Eri Saputra is a pharmacist that have affinity to inspire health innovation through cross information sharing