Rabu, 11 Mei 2016

Is it Necessary for Health Practitioner Learn Computer Science? | Perlukah Tenaga Kesehatan Belajar Ilmu Komputer?





source1

Hai! Sudah beberapa bulan blog ini tidak tersapa. Walaupun masih dalam perbaikan, saya akan mencoba menampilkan topik yang mungkin belum booming di kalangan masyarakat.

Perlukah tenaga kesehatan mempelajari ilmu komputer?

Seperti yang kita tahu teman-teman, perkembangan teknologi kesehatan digital saat ini bukan lagi sekedar trend, namun sudah berubah menjadi sebuah kebutuhan. Hal paling simpel dan sering kita lakukan (saya sebetulnya sih yang sering, hehe) adalah mencari informasi kesehatan melalu Google.

Ada berbagai inovasi yang diciptakan dengan menggabungkan ilmu kesehatan dan ilmu komputer. Situs-situs penyedia layanan informasi seputar kesehatan yang bersumber dari dokter-dokter yang mumpuni di bidangnya (HaloDoc, Alodokter), wisata kesehatan yang dimana kita bisa sekaligus mencari klinik-klinik terdekat di sekitar kita (DocDoc), pembelian obat resep melalui website (ApotikAntar), bahkan berbagai aplikasi kesehatan sebagai penunjang terapi yang salah satunya dengan cara bermain untuk menaikkan level seperti di Warcraft (Fitocracy), telah membanjiri era ini. Hampir sebagian pemrakarsanya berasal dari background IT maupun bisnis. Namun, ada beberapa platform digital yang juga didirikan oleh tenaga kesehatan seperti GHDOnline, sebuah forum yang didirikan oleh seorang dokter untuk membahas segala hal yang berhubungan dengan kesehatan global, Tuple Health, sebuah penyedia layanan analisis finansial yang khusus ditujukan untuk population health yang juga didirikan oleh seorang dokter umum, serta MedicalFuturis, sebuah blog yang membahas perkembangan dunia kesehatan digital beserta inovasinya yang didirikan oleh seorang dokter bergelar bergelar Ph.D di bidang genomic yang juga seorang geek.

Lalu, apakah mereka semua adalah orang-orang yang belajar ilmu komputer? Jawabannya adalah iya. Teknologi serta perkembangan zaman lah yang membuat inovator-inovator ini mempelajari ilmu diluar dari backdground mereka. Hal ini dilakukan karena tantangan yang terkait dengan masalah kesehatan yang jumlahnya semakin meningkat dan semakin bervariasi. Salah satunya seperti angka kematian ibu dan anak. Banyak hal yang telah dilakukan untuk menekan angka ini, namun, ternyata masih saja ada kesenjangan antara data dengan realita. Untuk menangani kasus yang serupa di Bangladesh, India, dan Afrika Selatan, sebuah inovasi untuk menekan angka-angka ini dilakukan dengan cara membuat mobile platfrom yang mampu mencegah peningkatan angka kematian ibu dan anak dengan memberikan edukasi akan perihal yang terkait dengan ilmu serta tips dalam menghadapi masa kehamilan serta kelahiran. MAMA.

Tapi, bukankah belajar lagi di ilmu yang bukan sesuai dengan bidang kita itu sangat merepotkan? Terlebih lagi, bukannya sebaiknya kita fokus untuk meneruskan pendidikan yang sesuai dengan background  kita? Memang betul. Dan tentunya, mengambil pendidikan dengan major yang berbeda dari sebelumnya, akan menjadi hal yang patut dipertanyakan. Trend ini memang belum terlalu menjadi priotirtas di negara-negara berkembang, tapi sesungguhnya, sudah banyak orang yang melakukan terobosan ini untuk menyelesaikan masalah-masalah yang terkait dengan pekerjaan mereka, termasuk dari Indonesia.

Jadi..kesimpulannya, apakah perlu tenaga kesehatan mempelajari ilmu komputer? Kalau menurut hemat saya, untuk salah satu revolusi di bidang kesehatan, itu perlu.

Menurut teman-teman?

source2


In English:



Hi! How long has it been since I say “Hi” to this blog? I know it’s still under maintenance, but, I will try to up raise a topic that may not yet booming in society.

Is it necessary for healthcare practitioner to learn computer science?

As we know friends, the development of digital health technology is not a trend anymore, but transformed into a necessity. The simplest thing that we usually do (actually.. I did that, hhe) is searching health information through Google. 

There is plenty of innovation that created with combining health and computer science. There are several website that provide health information, directly sourced from specialized physicians (HaloDoc, Alodokter), a health travel where we can find the nearest clinics (DocDoc), taking medicine that listed in our prescription through website (ApotikAntar), and several health apps for therapy supporter, where one of them claimed like achieving level in Warcraft (Fitocracy), that already flooded this age. Almost all of the founders comes from IT nor business background. But, there also several digital platform that founded by healthcare practitioner like GHDOnline, an online forum discussion that founded by physician to discuss all-topic that related to global health, Tuple Health, a financial analysis service that specifically served for population health, that also founded by physician, and MedicalFuturis, a blog that covers topic about the development of world in digital health and its innovation, that founded by a physician who hold a Ph.D in genomic, and a geek.

So, are they, all of them, learning about computer science? The answer is yes. Technology and this fast moving age, has already made this innovators learn “something” different than their previous background. They have done this because the challenges that related to health problem keep increasing its number and variation. One of them is the maternal and child mortality. There’s a lot of action that has been done to press off this number , but it seems, there’s still gap between data and reality . To handle the similar case in Bangladesh, India, and South Africa, an innovation to push out these numbers, has been done by developing a mobile platform that can prevent the increased number, by educating and giving tips to society about child, maternal, and newborn information. MAMA.

But, isn’t it so troublesome to learn different major from our background? Moreover, why we should not focus on our previous major? Indeed. And of course, taking different degree from previous undergraduate, something that easily questionable. This trend may not been prioritized yet in developing country, but actually, there’s a lot of people who already pursue this challenge to solve problems that related to their responsibility, include from Indonesia.

To conclude, is it necessary for health practitioner to learn computer science? In my opinion, for one of revolution in healthcare, yes, it is necessary.

What about you, friends?

Hasil gambar untuk health computer sciencesource3
Unknown Web Developer

Yudha Eri Saputra is a pharmacist that have affinity to inspire health innovation through cross information sharing

Tidak ada komentar:

Posting Komentar