![]() |
| IBM Watson for Cancer Illustration |
RESEARCHER.WATSON.IBM.COM - Melalui pemahaman yang mendalam dari
mekanisme kanker dan terapi kanker yang terus berkembang secara pesat dalam
beberapa dekade ini, masih ada beberapa cara, model dan mode-mode dari terapi
yang belum tepat dalam mengatasi isu-isu kesehatan masyarakat yang sesungguhnya.
Inovasi yang terus berkelanjutan dan tumbuh meninggi melalui teknologi data
seperti next generation sequencing, high-throughput screening, dan mass spectrometry menawarkan kepada para
peneliti di IBM dan di tempat lain akan peluang untuk meningkatkan model-model
kanker dan mengembangkan sistem-sistem yang mengintegrasi dan menganalisa data
untuk memberikan pengobatan yang spesifik pada pasien-pasien kanker.
Para peneliti di IBM sedang
mengembangkan dan mengaplikasikan baik secara eksperimental maupun dengan
pendekatan komputasi untuk menyimpan, menganalisis data-data tersebut, dan mengerjakan
informasi yang terstrukur serta fungsional untuk menentukan komponen-komponen
kunci genomik. Dengan mengembangkan sederet data analisis, algoritma-algoritma
ilmu komputer, dan teknik-teknik machine
learning- baik yang tersupervisi maupun yang tidak, IBM dapat mengidentifikasi
serta memprediksi kejadian-kejadian pemicu yang relevan, target-target terapi,
serta respon-respon terapi dari kanker.
Para grup peneliti dari IBM yang memiliki
latar belakang serta keahlian yang datang dari berbagai disiplin ilmu, tertarik
dalam mengembangkan sistem-sistem untuk membantu para dokter untuk memahami
data omic pasien mereka menggunakan
Watson for Genomics, pemahaman yang lebih mendalam dari mekanisme-mekanisme
respon immunoterapi, dan berupaya untuk mengungkap faktor-faktor yang
menyebabkan resistensi obat.
Watson for Genomics
Watson for Genomics (WfG) adalah sistem
berbasis cloud yang mengggunakan
pendekatan biologi komputasi untuk menganalisa data genomik pasien dan
memaparkan mekanisme-mekanisme penyakit yang mungkin, bersama dengan informasi obat
anti kanker yang potensial sebagai bahan pertimbangan. WfG menganalisa profil genomik
pasien, termasuk mutasi-mutasi, duplikat angka perubahan-perubahan, dan
ekspresi perubahan gen untuk mengidentifiikasi gen yang mungkin menjadi pemicu
perubahan kanker. Dari perubahan-perubahan ini, target terapi molekuler yang
relevan di informasikan berdasarkan informasi obat dan jalur analisis. Dibalik
analisis-analisis tersebut, terdapat data yang terstruktur maupun tidak
terstruktur dari berbagai sumber tersedia yang terpublikasi, termasuk
publikasi-publikasi dari jurnal-jurnal ilmiah yang sudah terinternalisasi
dengan menggunakan Natural Language
Processing.
Sebagai tambahan dalam memberikan
informasi terapi-terapi yang relevan, WfG menyediakan para dokter informasi
mengenai rekruitmen untuk uji klinis yang mungkin sesuai dengan kriteria pasien
yang ingin mendaftar. WfG secara rutin dan komprehensif memperbaharui sumber
data mereka dengan informasi klinis dan kedokteran terbaru, dan menargetkan
untuk dapat menghitung seluruh diagnosa dan biomarker-biomarker yang relevan. WfG
mentransformasikan kinerja dan waktu proses intensif dari menganalisa data omic skala besar menjadi proses yang
sederhana layaknya mengunggah file-file ke dalam cloud dan menerima analisa lengkap, serta laporan yang interaktif
dalam waktu 5 menit.
Respon Immunoterapi
Ketika immunoterapi (IT)
merepresentasikan senjata baru dan menarik dalam melawan kanker, hanya sebagian
kecil pasien kanker mendapatkan manfaat dari perawatan IT. Pada kasus kanker
melanoma, dimana IT merupakan terapi yang paling sukses, hanya mampu memberikan
tingkat kesuksesan sebesar kurang lebih 40%.
Masih banyak hal yang belum dapat
dimengerti oleh para peneliti mengenai mekanisme secara yang efektif
memerintahkan sistem imun pasien itu sendiri untuk melawan tumor. Dengan
mengintegrasikan para ahli biologi dengan keahlian komputasi model pada data genetik
dan genomik, para peneliti di IBM sedang berusaha untuk memahami mekanisme-mekanisme
dari respon IT serta memprediksi lebih baik dalam menemukan manfaat terbaik
dari terapi-terapi IT yang ada.
Resistensi Obat
Walaupun berbagai peningkatan telah
dilakukan melalui terapi kanker, satu hal yang paling menjadi tantangan yang
krusial adalah bagaimana cara mengatasi tumor yang telah resisten terhadap obat
tumor itu sendiri, baik resistensi itu berkembang dalam beberapa bulan maupun
tahunan. Mekanisme yang menyebabakan resistensi tersebut masih belum diketahui
dan dapat menjadi luas, serta bergantung pada berbagai macam faktor, seperti
jenis kanker, jenis perawatan, genetika pasien, dan genetika tumor.
Para peneliti IBM telah
mengumumkan pada November 2016 yang lalu mengenai proyek baru yang berdurasi 5
tahun dengan Broad Institute di Cambridge, Massachusetts, untuk mempelajari
resistensi obat. Pada studi ini, 10,000 sampel dari banyak pasien yang mengalami
resistensi obat dikumpulkan untuk dijadikan subjek dalam mengurutkan seluruh
eksom dari pasien-pasien tersebut. Penelitian ini, ungkap para peneliti dari
IBM, akan menjadi kumpulan data yang terbesar dari sejenisnya, dan dengan
mengumpulkan berbagai variasi dari jenis pasien dan pengobatan, para peneliti
dari IBM memilki kesempatan untuk memahami mekanisme dari resistensi yang
didapati oleh subjek.
Dengan mengoptimalkan pendekatan
yang bersifat komputasional, termasuk menggunakan IBM Watson untuk menganalisis
data dalam skala besar, para peneliti IBM berharap dapat mengungkap berbagai
macam tipe dan mekanisme dari resistensi obat yang harapan kedepannya, akan
tercipta kemungkinan untuk menghindari resistensi, dan bahkan mencegah
resistensi obat tersebut sebelum terjadi.
Semoga tulisan yang didapat dari artikel asli berjudul Cancer Genomic Medicine ini, dapat memberikan inspirasi kepada Anda akan berbagai pengobatan yang mungkin dilakukan di masa depan, atau bahkan di saat ini, dengan mempelajari data-data pribadi kita, terutama data kesehatan pribadi, untuk menciptakan pengobatan yang lebih spesifik, yang diciptakan untuk membuat pengobatan kita menjadi lebih baik.
Link artikel asli: Cancer Genomic Medicine

Tidak ada komentar:
Posting Komentar